Dark Not Always Black (Part 3)

Author:Queen bee

Hyukjae POV

Pria itu ??? Apa yang dilakukannya di sekitar sini. Apa dia mengikutiku? Whoaa….lama tak melihatnya, tapi jelas aku sangat mengenalnya.

“Gaul, Yeorum masuklah, sudah malam. Yeorum bukankah kau besok ada jadwal kuliah pagi, jangan tidur terlalu malam.” Fishy berkata sambil menyampirkan jaketnya.

Ne oppa arasso.” Jawab Yeorum.

“Kau mau kemana?” Tanyaku.

“Aku keluar sebentar.” Balasnya.

Ini aneh. Pria itu ada disekitar sini, lalu Fishy keluar.

“Kakak ipar, Yeorum, aku juga keluar sebentar mencari udara segar, hehehe…kalian tidurlah duluan.” Aku meminta izin pada keduanya.

Ne oppa, jangan pulang terlalu malam.” Yeorum mengingatkanku.

Arasso, dongsaeng.” Balasku sambil mengacak-acak poninya dan dia merengut.

Gaul dan Yeorum masuk ke kamar di susul Kyuhyun ssi.

Tak perlu menunggu lama. Pekerjaan seperti ini bukan hal yang baru untukku, aku segera menemukan Fishy. Kuikuti bayangan mereka melalui sorot lampu jalan. Mereka menuju sudut kota yang lengang dan sepi, berbelok dan hilang di balik gedung tua yang nyaris rubuh. Aku penguntit yang tak ingin di kuntit. Kutolehkan kepalaku ke kiri dan ke kanan memastikan keadaan. Lalu mendekati tempat yang mungkin menyimpan rahasia Fishy yang tak kuketahui.

Dari balik bangunan sepi, aku bisa melihat sebuah ruangan bercahaya redup. Samar-samar aku mendengar.

“Perubahan rencana, mereka telah terdesak, kurcaci akan segera mengepung mereka melalui transaksi terakhir yang akan dilakukan tak lama lagi. Kuharap pekerjaanmu kali ini bisa berjalan lancar dan sempurna.” Suara berat yang baru kali ini kudengar. Jangan….jangan…. Jantungku berdetak cepat, nafasku memburu. Aku segera menghilang dari tempat itu sebelum ketahuan. Aku harus mendahuluinya sampai di rumah.

Beberapa waktu kemudian.

Sejak kejadian malam itu, aku menjaga jarak dengan Fishy. Kurasa ia menyadari sikapku. Tapi aku masih belum tahu harus berbuat apa. Pria itu, suara berat itu, oh…apa maksudnya. Apa mungkin Fishy???.

“Hyukjae-ya, aphayo?” Tanyanya padaku.

Aniyo.” Jawabku ketus sedikit menghardiknya.

No weire?Apa ada sesuatu yang salah yang telah kulakukan?” Tanyanya lagi.

“Entahlah, belakangan ini aku merasa kau bukan dirimu.”

“Apa maksudmu?”

Aku terdiam. Otakku berfikir, haruskah kutanyakan yang sebenarnya? Kutatap matanya yang jernih. Fishy satu-satunya teman, sahabat dan saudara yang kumiliki. Kami sudah bersama selama empat tahun ini. Keluarganya juga telah menerimaku sebagai bagian dari mereka. Aku takut jika aku bertanya dan dia marah, maka dia akan memutuskan hubungan kami. Itu artinya aku tak punya siapa-siapa lagi, dan kalian tahu? Kesepian itu rasanya sangat menyakitkan.

“Aku tahu kau ingin menanyakan sesuatu padaku.” Ujarnya membuyarkan lamunanku.

“Kau ingin tahu apa hubunganku dengan pria itu kan?” Tanyanya lagi.

Bagaimana dia bisa tahu?

“Aku tahu kau mengikuti kami malam itu. Dan aku tahu kau juga mencuri dengar pembicaraan kami.”

Mwo? Dia mengetahui gerak-gerikku?

“Dan aku juga yakin kau mengenal pria yang menjemputku malam itu.”

“Apa hubunganmu dengannya?!” Aku membentak Fishy.

“Hyukjae-ya, aku akan mengatakannya saat semua ini selesai.”

“Kau mengkhianati kami?”

“Tergantung dari sudut mana kau memandangnya.”

“Apa yang kau rencanakan?”

“Beberapa hari lagi kau akan mengetahuinya.”

“Bangsat!!!! Kau ingin menjebak kami?” Tanpa sadar tanganku menarik kaos yang dipakai Fishy, menariknya hingga tersudut ke dinding. Kepalan tinjuku sudah siap menghantamnya.

“Kau harus tahu, dimana kau harus berdiri Hyukajae-ya.” Tanpa perlawanan dia mengingatkanku. “Lepaskan aku, kita bicara baik-baik.”

“Heh…berdiri dipihakmu? Lalu mengkhianati yang lainnya?”

“Ya, jika kau tak keberatan.” Dia duduk kembali di ranjang.

“Kau pengkhianat!”

“Lee Hyukjae, bukankah kau sering memainkan peran ‘malaikat’. Kenapa kali ini kau tidak menjadi ‘malaikat’ yang sebenarnya.”

Aku tercenung.

“Aku tahu di dasar hatimu, kau ada di pihakku. Aku sudah mengatakan pada mereka kau bersih dari segala tuduhan dan kau sepertiku.”

“Kauu….”

Jeblak….Tiba-tiba pintu terbuka.

“Semua berkumpul di tempat biasa, bos kecil tertangkap dan kita harus berjaga-jaga.” Brandy, itu panggilannya, memberitahu. Kami segera bergegas dan bergerak terpisah menuju lokasi yang disepakati.

Brandy, sebenarnya dia sudah sedari tadi menguping pembicaran dari balik pintu kamarku. Dan dia orang yang membocorkan pembicaraan kami pada bos besar malam itu. Bos besar yang baru pertama kali ini ku lihat menatap curiga pada Fishy. Aku tak tahu apa yang direncanakannya.

Dua hari kemudian.

Aku masih memikirkan kata-kata Fishy. Ucapannya selalu terngiang-ngiang di kepalaku. Sudah beberapa hari ini Fishy tidak dipekerjakan, jadi dia pulang ke toko kue. Bosan sendirian di tempat persembunyian, aku berniat mengunjungi mereka.

Belum sampai di toko, aku melihat Gaul dan Yeorum diseret beberapa orang berbadan kekar yang kuyakini sebagai anak buah bosku sendiri, sepertinya berniat menculik mereka. Aku tak berani memunculkan diri.

Lama aku menunggu di gang sempit, akhirnya Fishy muncul.

“Psstt…pssstt…” Panggilku. Dia menoleh lalu menuju ke arahku.

“Gerakanmu sudah terbaca, Yeorum dan Gaul diculik orang-orangnya bos. Kau jangan ke toko, mungkin masih ada mata-mata mereka.”

Mwo??? Bagaimana bisa?”

“Ssstttt…..keadaan kita sedang tak aman. Aku tidak tahu  bagaimana mereka bisa mengendus operasimu. Ayo kembali.” Ajakku.

“Tidak, aku harus melapor segera, mereka sudah mengetahui kedokku.Bagaimana kau bisa berfikir untuk mengajakku kembali? Sebaiknya kau yang segera pergi. Jangan sampai mereka mencurigaimu.”

Arasso, josimae chingu. Aku akan coba mencari tahu kemana mereka membawa Yeorum dan Gaul.”

Gomawo.” Balasnya lalu segera meninggalkanku.

Aku tak tahu mengapa aku melindunginya. Apa aku sudah ada di pihaknya? Apa aku juga akan memilih jalannya? Entahlah, yang jelas aku segera kembali ke tempat persembunyian kami. Dan Brandy sudah menungguku.

“Kau di cari bos besar.” Katanya.

Kamipun melangkah bersama menuju persembunyian bos besar.

“Hyukjae-ya, kau ikut dalam operasi besar esok. Dan ambil ini.“ Bos besar menyerahkan sepucuk senapan padaku.

Naega??” Tanyaku ragu.

Bos besar mengangguk. “Ini rencana kita.” Lanjutnya.

Mereka semua membahas rencana esok. Pikiranku bercabang. Aku mengira-ngira dimana mereka menyembunyikan Yeorum dan Gaul.  Apa yang akan terjadi besok. Aku pusing memikirkannya.

Tengh malam baru semua itu selesai. Aku hanya menyimak sedikit pembicaraan mereka lalu aku kembali ke kamarku. Otakku berfikir semalaman. Identitas Fishy, penculikan Gaul dan Yeorum, serta senapan ini. Operasi besar. Sepertinya aku tahu apa yang akan terjadi. Kuambil senapan itu, kuamati baik-baik. Lalu tak…tak…tak…tak…tak…tak…

☺☺☺☺☺

Donghae POV

“Gerakanmu sudah terbaca, Yeorum dan Gaul diculik orang-orangnya bos besar. Kau jangan ke toko, mungkin masih ada mata-mata mereka.”

Mwo??? Bagaimana bisa?” Tanyanya panik.

“Ssstttt…..keadaan kita sedang tak aman. Aku tidak tahu  bagaimana mereka bisa mengendus operasimu. Ayo kembali..” Ajaknya.

“Tidak, aku harus melapor segera, mereka sudah mengetahui kedokku.Bagaimana kau bisa berfikir untuk mengajakku kembali? Sebaiknya kau yang segera pergi. Jangan sampai mereka mencurigaimu.”

Arasso, josimae chingu. Aku akan coba mencari tahu kemana mereka membawa Yeorum dan Gaul.”

Gomawo.” Balasku lalu segera meninggalkan Hyuk.

Aku menghubungi pria yang selalu menjemputku. Tak lama kami mengadakan rapat darurat bersama Mr. X dan terjadi perubahan rencana lagi. Bos besarku menggunakan Yeorum dan Gaul untuk membongkar identitas dan menjebakku. Ini diluar sangkaan kami.

Tengah malam secara sembunyi-sembunyi aku kembali ke toko. Keadaannnya sangat kacau. Meja-meja sudah terbalik. Beberapa gelas dan piring yang pecah menyisakan serpihan kaca di lantai. Mereka membawa paksa Yeorum dan Gaul, tapi keduanya sempat melakukan perlawanan. Itu terlihat dari meja kasir yang berantakan, dan buku-buku Yeorum yang berserakan di lantai. Mungkin Yerorum melempari mereka dengan kitab-kitab hukumnya.

Keadaan di dapur juga tak lebih baik. Telur, tepung coklat, dan alat-alat dapur semua sudah berpindah tempat. Gaul juga membalas mereka dengan senjata keahliannya. Tapi dimana pelayan itu? Kenapa dia tak ada? Jangan-jangan dia anak buah bos yang sengaja dikirim kemari sebagai mata-mata. Yeorum, Gaul, aku pasti akan segera menyelamatkan kalian, seru hati kecilku. Tak ingin menimbulkan kecurigaan lain, aku segera kembali ke markas.

Sesuai rencana, pagi hari akan diadakan rapat ulangan untuk memantapkan operasi kali ini.

“Baiklah, semua bersiap di posisi masing-masing. Operasi kali ini adalah target terakhir kita sebelum kasus ini ditutup. Jika tidak ada pertanyaan berarti rapat bisa diakhiri.” Mr. X menutup pembicaraan. Dan memang tak ada pertanyaan sama sekali, rekan-rekan satu tim mulai berdiri meninggalkan ruangan.

“Donghae-ya.” Panggil Mr.X saat aku hendak berdiri.

Ne.”

“Ada seseorang yang ingin kuperkenalkan padamu.”

“Ne.”

“03021988 silahkan masuk.” Perintah Mr. X.

Lalu seseorang masuk dan bergabung bersama kami. Aku terkejut saat menatap wajahnya, dia orang yang tak kusangka. Dia terlihat berbeda.

“Donghae-ya, ini Letnan Kyuhyun atau biasa dipanggil dengan 03021988. Dia adalah informan kita yang malam itu mengikuti Hyuk saat mengintaimu. Dia orang kita yang sengaja ditempatkan di rumahmu sebagai keamanan menggantikan Kapten Kangin yang selama ini mengawasi Yeorum dan Gaul dari jauh. Namun seperti yang kau tahu posisi, Letnan Kyuhyun di samarkan.”

Geuraeso? Lalu dimana kau saat mereka diculik?” Tanyaku sambil menatapnya tajam.

Mianhae Hyong. Aku baru pulang belanja sesuai perintah Gaul Nuna. Dan aku berada tak jauh darimu saat Hyukjae ssi memanggilmu di gang itu. Saat aku masuk kondisi toko sudah berantakan. Setelah kau, baru aku menemui Kapten kangin. Nomu-nomu mianhae Hyong aku tak bisa menjaga keluargamu.” Penyesalan terlihat dari raut wajahnya.

Arasso…sebentar lagi mereka akan segera diselamatkan.”

Pria ini adalah orang kami, berarti jaminan yang kuminta telah dipenuhi dengan baik.

☺☺☺☺☺

Hyukjae POV

Gudang bekas tempat penyimpanan barang yang jauh di belakang pabrik menjadi saksi sebuah transaksi besar yang sedang berlangsung. Drum-drum kosong berserakan di dalamnya. Kotak-kotak container yang telah berkarat berjejer  membentuk ruangan-ruangan kecil. Jual beli barang haram dalam jumlah dan harga yang tak pernah kudengar. Fantastis!! Rupanya ini operasi besar itu. Tapi…..

“ANGKAT TANGAN…!!!! Kalian sudah terkepung.” Sebuah suara mengagetkan kami. Barisan pasukan polisi khusus anti narkoba telah mengelilingi. Lima mobil patroli sudah menutup semua jalan keluar dari pabrik ini. “Bergerak berarti mati.” Ancam salah satu dari mereka.”

Hening sejenak….namun.

TAR…TAR…. Entah siapa yang memulai duluan, tembak-menembak itu telah terjadi. Satu jam lamanya masing-masing kubu saling menjatuhkan. Pihakku yang memang sudah tak banyak berhasil diringkus kecuali bos besar kami, aku dan Brandy. Aku berhasil keluar dari pertempuran itu, dan kulihat Brandy memanggilku dengan lambaian tanganya untuk segera naik ke mobil. Aku berlari secepat yang aku bisa hingga aku berada di dalamnya bersama Brandy dan bosku. Tar!!! Sebuah peluru mengenai badan mobil yang berusaha di putar arah oleh Brandy. Tar…tar…tar…desingan peluru berikutnya menghantam bagian belakang mobil.

Tang….!!! Mobil yang dikemudikan Brandy menabrak tembok. Bannya bocor terkena peluru nyasar. Asap mulai mengepul memenuhi area sekitar. Kami segera turun dari mobil dengan senjata saling menghunus.

“Kalian sudah terkepung, tak akan bisa kemana-mana.” Lantang suara seorang pria yang sangat kukenal memakai kemeja kotak-kotak dengan celana hitam mengacungkan senapan, menghentikan langkah kami yang memang ingin kabur.

FISHY…Lee Donghae Fishy!!! Dia ada di antara barisan polisi yang mengelilingi kami bertiga. Aku dan Brandy memandang sekilas ke arah bos besar. Dia mengaggukkan kepala. Aku dan Brandy dengan senapan masih terhulur membuka pintu belakang mobil yang nyaris lepas. Barisan polisi yang mengepung kami meluangkan sedikit tempat. Seseorang muncul di tengah barisan itu.

“Mantan Jendral Soo Man, oraenmanieyo.” Suara berat yang saat itu kudengar.

“O…Jendral Jung Soo, oraenmanieyo.” Balas bos besarku.

Ternyata mereka saling mengenal. “Kau sendiri yang turun tangan?”  Tanya bosku lagi.

“Untuk bagian akhir ini…ya, namun selama ini masih ada anak buahku.” Kata Jendral  Jung Soo melirik Fishy.

“A…Letnan satu Lee Donghae, seharusnya aku sejak awal menyadarimu. Kau begitu licin dan pintar mengelabui kami. Tapi sayang kartumu ada di tanganku. Hahahaha” Bosku tertawa mengejek. “Brandy, Hyukjae bawa mereka kemari.” Perintahnya.

Kami segera menyeret Gaul dan Yeorum ke tengah perbincangan. Aku mencengkram Gaul di sebelah kanan, sementara Yeorum dijepit Brandy di sebelah kiri bos.

“Kita mulai permainannya.” Ajak bosku. “Brandy, kau bawa gadis yang lebih kecil itu ke tengah. Brandy menurut lalu menyeret Yeorum ke tengah-tengah arena.”

“Apa yang kau inginkan?” Tanya Jendral Jung Soo.

“Sebuah mobil tanpa diikuti anak buahmu. Dan sebuah helicopter.”

“Kau masih ingin kabur?”

Bosku mengangkat bahu, lalu berkata “Kau lebih tahu siapa aku”.

Hanya beberapa detik berfikir. “Kangin-a, siapkan apa yang dimintanya.”

“Siap.” Pria yang kulihat malam itu yang mengajak Fishy, ahh…Kapten Kangin, tentu aku mengenalnya. Dia berjalan perlahan menuju mobil unit dan mengirimkan pesan lalu kembali dengan membisikkan sesuatu di telinga Jendral Jung Soo.

“Tiga puluh menit lagi, helinya akan datang.” Ujar jendral yang tenang dan berwibawa itu.

‘Terlalu lama, aku mau dalam lima belas menit.”

“Tidak mungkin.”

“Apa yang tidak mungkin? Brandy!!!” Hardiknya.

Ye…” Senapan Brandy mengarah tepat di kepala Yeorum.

Andwae!!!” Gaul yang dalam genggamanku berteriak. Nyaris saja terlepas. “Hyukjae-ya, apa yang kau lakukan, aku sudah mengaggapmu sebagai keluarga. Kenapa kau bersikap begini?” Berontaknya dengan air mata.

Aku dan semuanya hanya bisa diam.

“Tidak ada jawaban, berarti kalian tidak menyanggupinya. Brandy bersiaplah dalam hitungan tiga.” Perintah bosku. Suasana semakin tegang.

Hana….”

Dul…..”

Se…”

ANDWAEEEEEEEEEEEE!!!!!!” Gaul terlepas dariku dan TAR!! Peluru menembus punggung belakang Gaul yang ingin melindungi Yeorum.

EONNIIEEEEEEEEE……….!!!!!” Teriakan Yeorum terkejut.

GAAAAAAUUULLLLLLLLLLL.” Kudengar suara Fishy berteriak. Fishy berlari menuju arah Gaul dan TAR!! Sebuah tembakan lagi menghantam jantungnya. Gaul yang sudah roboh duluan berusaha mendekati Yeorum disusul Fishy yang juga hendak melindungi Gaul rubuh tak lama kemudian. Tanganku masih menghunus senjata ke arah mereka.

OPPAAAAAAAAAA……….!!!!” Kali ini teriakan histeris yang kudengar.

Itu teriakan Yeorum. Dia menangis, berlutut, berusaha menjangkau keduanya. Namun Brandy terlalu kuat mencengkramnya.

“HYUKJAE OPPA, KAU MEMBUNUH OPPAKU!!” Teriaknya menatap mataku tajam.

Ahh….aku ketakutan. Aku tak tahu apa yang kulakukan. Gaul dan Fishy roboh di depan mataku. Kuturunkan senjataku, aku nyaris terjatuh. Air mataku mengalir.

“Hyukjae-ya….berdiri, ini semua belum berakhir.” Teriak bosku. “Jika kalian tidak memenuhi keinginan kami maka nyawa ketiga akan melayang.”

Pasukan yang mengelilingi kami tadi mulai angkat senjata lagi.

“Hyukjae-ya, gadis itu kau yang tangani. Brandy serahkan gadis itu padanya. Kau lindungi aku. Jika mereka tak bisa memenuhi tuntutan kita, jalankan rencana kedua.” Perintah bosku berikutnya.

Brandy berjalan pelan menyeret Yeorum ke arahku. Namun…

“Aaaaa……” Jeritan Brandy.Yeorum menggigit tangan Brandy.

“Yeorum Tiaraaaaappppp!” Teriak seseorang. Aku mengalihkan pandanganku ke sumber suara. Ya??? Bagaimana bisa itu dia? Jangan-jangan…jangan-jangan dia yang mengikutiku saat aku menguntit Fishy malam itu. Dia informannya, aku mengerti sekarang. Pelayan itu dikirim demi keamanan Yeorum dan Gaul. Dia bagian dari mereka.

TAR!!TAR!!TAR!!! Perang senjata itu terjadi lagi tapi tak lama. Aku berusaha menghindar ke balik sebuah container yang tak jauh dariku tapi naas, TAR!! Sebuah peluru mengenai kakiku, segera tanpa perlawanan aku di ringkus aparat. Ditarik paksa menuju mobil patroli.

Sekilas aku melihat, pelayan itu mendekati Yeorum. Sementara itu Jendral Jung Soo (kalau tak salah itu namanya) sedang memangku kepala Fishy. Tangannya berdarah-darah. Aku ingin mendekatinya, namun tak bisa.

“Fishyyyyyyy………aku tak mengkhianatimu, aku di pihakmuuuuuu….!!! Teriakku saat petugas melewatinya. Dia sekilas tersenyum padaku, ya itu senyumnya terakhirnya yang sangat khas, lalu….kepalanya terkulai.

☺☺☺☺☺

Donghae POV

Mereka menarik paksa Yeorum dan Gaul bersamaan. Gaul bersama Hyuk, ah….mudah-mudahan Hyuk berubah pikiran. Hyuk ku mohon mantapkan hatimu. Bisik hatiku.

Hana….”

Dul…..”

Se…”

ANDWAEEEEEEEEEEEE!!!!!!” Gaul terlepas dari Hyuk dan TAR!! Peluru menembus punggung belakang hingga ke jantungnya. Gaul ingin melindungi Yeorum, namun dia rubuh duluan.

EONNIIEEEEEEEEE……….!!!!!” Teriak Yeorum.

GAAAAAAUUULLLLLLLLLLL.” Sontak aku berlari ke arahnya. Dan TAR!!

Satu timah panas menembus tubuhku.

OPPAAAAAAAAAA……….!!!!” Itu teriakan Yeorum. Akupun rubuh tak jauh dari Gaul.

Aku berusaha merangkak dengan tangan kanan menahan luapan darah dari dadaku. “Gaul-a…”Panggilku.

“Donghae-ya, gwaenchana?” Tanyanya.

Aku mengangguk. “Gwaenchana?” Tanyaku balik dengan suara serak.

“Donghae-ya, hik.. .ini-kah pe-kerjaan yang kau mak-sud?” Tanyanya lagi. Kali ini suara Gaul mulai terputus-putus. “Hik…hik…”

Aku mengangguk lagi. “Gaul jangan bicara lagi, bertahanlah.” Pintaku.

Aniyo, sepertinya, hik…hik…aku sudah tak bisa bertahan lagi.” Suaranya melemah.

Andwae, kau akan baik-baik saja.”

“Donghae-ya, hik….hik…tahukah kau kalau aku mencintaimu?” Tanyanya hampir tak terdengar olehku. Matanya mulai sayu. Aku mengangguk, kuharap dia melihatku. Aku berusaha menggapai tangannya, dan kudapatkan namun.

“Donghae-ya……Sa-rang-hae-yo….” Ucapnya, kepalanya terkulai, matanyapun tertutup, pegangannya terlepas. Gaul meninggalkanku.

Andwae, Gaul-a kau tidak boleh meninggalkanku.” Ahh……dadaku terasa nyeri, nyeri yang hampir tak bisa kutahan. Apa ini juga akan menjadi akhir perjalananku. “Hik…hik….hik…”

Ku alihkan pandanganku pada Yeorum yang diseret ke arahku.

“Aaaaa……” Jeritan Brandy. Yeorum menggigit tangan Brandy. “Oppaaaaa” Teriaknya memanggilku.

“Yeorum Tiaraaaaappppp!” Itu suara Kyuhyun. Yeorum merebahkan tubuhnya ke tanah. “Berhenti di sana.” Perintahnya pada Yeorum yang langsung menurut.

TAR!!TAR!!TAR!!! Perang senjata itu terjadi lagi, tapi tak berlangsung lama. Kyuhyun segera mendekati Yeorum.

“Donghae-ya…Donghae-ya.” Suara Jendral Jung Soo memanggilku. Dia memangku kepalaku.

“Mr. X, kau ha-rus mem-be-ri-ta-hu-nya. Kalian harus menjaganya untukku, katakan hik..hik.. padanya kalau aku selalu mencintainya. Hik…hik…” Ucapku terbata-bata sambil menarik sebuah amplop dari dalam saku bajuku.

“Fishyyyyyyy………aku tak mengkhianatimu, aku di pihakmuuuuuu….!!! Teriak Hyuk saat petugas yang membawanya melewatiku. Aku tersenyum padanya.

Dan semuanya berakhir.

 

TBC

Credit: http://elfalwayslovesuperjunior.wordpress.com/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s